Pemakaian Tanda Baca Koma dalam Menulis Kalimat

    Pemakaian Tanda Baca Koma dalam Menulis Kalimat

    penggunaan tanda koma dalam kalimat

    Pemakaian tanda baca koma dalam menulis kalimat. Sudah banyak artikel tentang tata bahasa Indonesia membahas penulisan koma dalam fungsinya yang umum, jadi aku takkan mengulanginya, melainkan hanya menyoroti beberapa kasus penggunaan yang belum terlalu sering dipublikasikan termasuk lewat buku pelajaran sekolah.

    Koma dipakai sebelum kata penghubung dan, atau, tetapi dalam menggabungkan dua kalimat lengkap atau klausa yang dapat berdiri sendiri. Pada contoh di bawah ini, "Ia membaca" merupakan kalimat tunggal yang dapat berdiri sendiri dan "kakaknya menulis pesan di Twitter" merupakan kalimat lengkap.

    Ia membaca, dan kakaknya menulis pesan di Twitter. (Benar.) Ia membaca, sedangkan kakaknya menulis pesan di Twitter. (Benar.) Ia membaca, kakaknya menulis pesan di Twitter. (Salah.) Ia membaca dan kakaknya menulis pesan di Twitter. (Salah.)

    Pemakaian Tanda Koma

    1. Tanda koma boleh mengikuti tanda titik dan tanda kurung dalam tubuh kalimat : Apakah masih perlu menulis gelar sarjana di belakang nama, misalnya S.H., jika di awalnya sudah tertulis gelar doktor (Dr.), tanya murid itu.
    2. Tanda baca koma tetap dipakai setelah tanda pisah em dash (-) apabila memang diperlukan.
    3. Tanda baca koma boleh dipakai untuk menghindarkan kesalahpahaman. 
    4. Jika diperlukan, koma tetap dipakai setelah tanda baca lain, seperti seru (!) dan tanda tambah (+), apabila tanda baca lain itu merupakan bagian dari nama. Misalnya :, Kubaca di situs Yahoo!, Mei lalu media sosial Google, Google+, sudah memiliki 170 juta orang pengguna dan diperkirakan mencapai 400 juta pada akhir tahun 2012.

    Contohnya pada kalimat majemuk yang terlalu kompleks dan kalimat yang memiliki nama subjek/objek atau keterangan waktu yang berpotensi tertukar.
    1.1. Temanku di SMA Mulia belum lancar memakai titik koma dan tanda pisah em dash. (Tidak jelas apakah temanku bernama Mulia ataukah sekolah yang bernama SMA Mulia.) 

    1.2. Temanku di SMA, Mulia, belum lancar memakai titik koma dan tanda pisah em dash. (Dengan koma, nama temanku adalah Mulia.) 

    2.1. Dalam ujian guru menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Masih membingungkan apakah ujian saja atau ujian guru, dan subjek kalimatnya tidak jelas.) 

    2.2. Dalam ujian guru, menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Jelas bahwa ini adalah ujian guru, sedangkan menulis kalimat sebagai subjek.) 

    2.3. Dalam ujian, guru menulis kalimat harus memakai bahasa baku. (Guru sebagai subjek kalimat.)

    3.1. Menulis kalimat dalam bahasa Indonesia tidak seperti bahasa Inggris lebih mudah. (Yang lebih mudah dalam bahasa Inggris.) 

    3.2. Menulis kalimat dalam bahasa Indonesia, tidak seperti bahasa Inggris, lebih mudah. (Yang lebih mudah dalam bahasa Indonesia.) 

    4.1. Menurut berita Koran Tapanuli pekan lalu, Bupati dipenjarakan. (Tidak diketahui kapan Bupati dipenjarakan.) 

    4.2. Menurut berita Koran Tapanuli, pekan lalu Bupati dipenjarakan. (Diketahui bahwa Bupati dipenjarakan pada pekan lalu.)

    Demikian artikel kali ini mengenai pemakaian tanda koma yang benar. semoga dapat membantu pembaca dalam penggunaan tanda koma pada kalimat.

    LihatTutupKomentar