Pengertian dan Contoh Identifikasi Masalah Penelitian

    Pengertian dan Contoh Identifikasi Masalah Penelitian

    Pengertian Identifikasi Masalah

    identifikasi masalah merupakan langkah awal yang perlu dilakukan dalam proses penelitian baik itu penelitian metode kuantitatif maupun penelitian metode kualitatif.

    identifikasi masalah dilakukan pada saat peneliti telah mengetahui apa fenomena masalah yang akan di angkat oleh peneliti dan mempunyai potensi untuk di teliti. dan selanjutnya yang dilakukan oleh seorang peneliti yaitu dengan identifikasi masalah pada fenomena masalah tersebut.

    Dalam penelitian sosial, proses identifikasi masalah bisa dilaksanakan dengan mengetahui persoalan sosial yang dilihat. Dari sana, periset ambil langkah untuk mengenali lebih lanjut, dapat dengan lakukan pengamatan, membaca literatur, atau lakukan survey.

    Identifikasi masalah penelitian sebagai langkah yang diambil periset pada awal penelitian. Periset lakukan identifikasi masalah dengan menerangkan apa masalah yang diketemukan dan bagaimana masalah itu diukur dan disambungkan dengan proses penelitian.

    jadi, Identifikasi masalah adalah sebagai sisi proses dari penelitian. secara sederhananya adalah langkah awal dalam penelitian dengan mendeskripsikan masalah dan membuat definisi dari masalah yang akan di identifikasi masalah.

    Contoh Identifikasi Masalah Penelitian

    Banyak faktor yang mungkin menyebabkan timbulnya suatu masalah. Dalam kasus kinerja pegawai, bukan hanya terkait dengan motivasi dan kompensasi kerja, tetapi juga kepemimpinan, supervisi/pengawasan, iklim organisasi, budaya organisasi, iklim komunikasi organisasi, lingkungan kerja, pelatihan, kepuasan kerja, semangat kerja, etos kerja, kedisiplinan, kecerdasan emosional, manajemen stress, kondisi fisik, dan lain-lain.

    Idealnya, ketika kita meneliti tentang masalah kinerja, semua faktor tersebut kita teliti. Namun, karena sejumlah keterbatasan yang kita miliki, misalnya waktu, tenaga, biaya, dan kemampuan, maka tidak semua faktor tersebut dapat kita teliti. Oleh karena itu, sesuai dengan jenjang pendidikan kita (S1, S2 atau S3), kita hanya meneliti sebagian kecil saja dari faktor-faktor tersebut.

    Walaupun demikian, untuk kepentingan penyusunan proposal penelitian kita, semua faktor tersebut dapat diidentifikasi sebagai masalah, satu per satu. Makin banyak identifikasi masalah yang kita lakukan, makin baik. Untuk mempermudah dalam melakukan identifikasi masalah, gunakan acuan teoritik yang terkait dengan kinerja. Perhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai, lalu jadikan faktor-faktor tersebut sebagi identifikasi masalah.

    Selama ini ada 2 (dua) versi penyajian identifikasi masalah. Ada yang menyajikan dalam bentuk pertanyaan, dan ada pula yang menyajikan dalam bentuk pernyataan. Keduanya memiliki rasional masing-masing. Tetapi Anda tidak perlu bingung. Gunakan salah satu yang sesuai dengan ketentuan penyusunan proposal yang berlaku di fakultas atau universitas tempat Anda kuliah.

    LihatTutupKomentar