Rumusan Masalah Kuantitatif

    Rumusan Masalah Kuantitatif

    Rumusan masalah berlainan dengan masalah. jika masalah itu sebagai ketimpangan di antara yang diinginkan sama yang terjadi, karena itu rumusan masalah adalah satu pertanyaan yang akan dicarikan jawabnya lewat pengumpulan data (Sugiyono (2011:55)). tetapi rumusan masalah dan masalah tidak bisa dipisah, karena tiap rumusan masalah penelitian harus didasari pada masalah.

    Baca juga : Masalah dalam Penelitian Kuantitatif

    Bentuk Rumusan Masalah Penelitian

    seperti yang  telah di terangkan di atas, sesungguhnya rumusan masalah sebagai pertanyaan yang akan dicarikan jawabnya lewat pengumpulan data. rumusan masalah dapat dikelompokan dalam bentuk masalah desktriptif, komparatif dan assosiatif. 

    Baca juga : Proses Penelitian Kuantitatif

    Rumusan Masalah Deskriptif

    rumusan masalh deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik itu pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini seorang peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan yang lain. penelitian semacam ini dinamakan penelitian deskriptif.

    contoh rumusan masalah deskriptif:

    1. Seberapa baik kinerja perusahaan?
    2. Bagaimanakan sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum?
    3. Seberapa tinggi tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah di bidang kesehatan?

    Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap pertanyaan yang dituangkan kedalam rumusan masalah penelitian berkaitan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.

    Rumusan Masalah Komparatif

    Rumusan masalah Komparatif adalah rumusan masalah penelitan yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

    contoh rumusan masalah komparatif.

    1. Adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan Y dan Z?
    2. Adakah perbedaan tingkat kepuasan masyarakat di Provinsi Y dan Z dalam hal pelayanan kesehatan?
    3. Adalah perbedaan kualitas manajemen antara Bank Pemerintah dan Bank Swasta?

    Rumusan Masalah Assosiatif

    Rumusan masalah Assosiatif merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat 3 bentuk hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/resiprcal/timbal balik.

    hubungan simetris

    yaitu suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. contoh rumusan masalah nya sebagai berikut :
    1. Adakah hubungan antara banyaknya bunyi burung prenjak dengan tamu yang akan datang? hal ini bukan berarti yang menyebabkan tamu datang adalah bunyi burung. (di daerah pedesaan Jawa Tengah ada kepercayaan kalau di depan rumah ada bunyi burung prenjak. maka di yakini akan ada tamu. di Jawa Barat, kupu-kupu dan tamu)
    2. Adakah hubungan antara banyaknya radio di perdesaan dengan sepatu yang dibeli?
    3. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin?

    Contoh judul jurnal penelitiannya :

    1. Hubungan antara banyaknya radio di perdesaan dengan jumlah sepatu yang terjual.
    2. Hubungan antara payung yang terjual dengan tingkat kejahatan.
    3. ubungan antara tinggi badan dengan prestasi kerja di bidang marketting.

    Hubungan Kausal

    yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contohnya sebagai berikut ini :

    1. Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
    2. Seberapa besar pengaruh tata ruang kantor terhadap efisiensi kerja karyawan?
    3. Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas murid yang dihasilkan dari suatu sekolah?

    contoh judul penelitiannya:

    1. Pengaruh intensif terhadap disiplin kerja kartawan di organisasi A.( satu variabel independen)
    2. Pengaruh gaya kepememimpinan dan tata ruang kantr terhadap efisiensi kerja di Organisasi A.  (dua variabel independen)

    Hubungan interaktif/resiprocal/timbal balik.

    yaitu hubungan yang saling mempengaruhi. dihubungan ini tidak dapat diketahui yang mana variabel independen dan dependen. contohnya sebagai berikut ini :

    1. Hubungan antara motivasi dan prestasi. artinya motivasi mempengaruhi prestasi dan begitu pula sebaliknya prestasi mempengaruhi motivasi.
    2. Hubungan antara kecerdasan dan kekayaan. artinya kecerdasan menyebabkan orang menjadi kaya, begitu pula dengan sebaiknya orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasaanya karena asumsi gizi yang terpenuhi.

    LihatTutupKomentar