Sebutkan Ciri-ciri Makhluk Hidup ? Disini Jawaban Soalnya

    Ciri-ciri Makhluk Hidup

    Pengertian Makhluk Hidup

    Makhluk hidup sebagai satu organisme yang mempunyai kekuatan untuk bernapas, beralih tempat, memberikan respon peralihan diri dan lingkungannya. Makhluk hidup terdiri jadi tiga golongan yang tidak sama, yakni manusia, hewan, dan tumbuhan. Dari ke-3 tipe makhluk hidup itu, kehidupan sama-sama berhubungan keduanya.

    Misalnya ialah manusia selalu memerlukan makanan yang mengambil sumber dari hewan dan tumbuhan. Sementara hewan mengkonsumsi hewan lain atau tumbuhan lain untuk tetap bertahan hidup di lingkungannya.

    Begitupun dengan tumbuhan yang membutuhkan energi dari alam disekelilingnya dengan hasilkan makanannya secara berdikari lewat proses fotosintesis.

    Ciri-ciri Makhluk Hidup

    ciri ciri makhluk hidup ada 9 yakni : bergerak, sensitif pada rangsangan(iritabilitas), membutuhkan makan (nutrisi), bernafas (respirasi), berkembang dan tumbuh, berkembang biak (reproduksi), penyesuaian, peraturan, dan ekskresi. Berikut sebagai keterangan beberapa ciri makhluk hidup selengkapnya :

    1. Bergerak

    Bergerak merupakan pengubahan status, baik semua badan atau beberapa. Ini disebabkan karena ada respon pada rangsangan. Gerak yang dilaksanakan dalam tumbuhan diantaranya : gerak menutupnya daun putri malu bila disentuh, gerak ujung tangkai dari bawah ke atas menuju cahaya matahari, dan gerak membukanya biji lamtoro karena pengubahan kandungan air. Pada hewan ada gerak, diantaranya : gerak aktif pada hewan vertebrata yakni alat gerak berbentuk otot, gerak pasif pada hewan vertebrata yakni alat gerak berbentuk tulang, dan gerak pada manusia yakni berjalan, lari dan sebagainya.

    Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Semua makhluk hidup di alam semesta melakukan gerak. Perhatikan makhluk hidup yang ada di sekitarmu. Manusia, hewan, dan tumbuhan semuanya melakukan gerakan. Gerak pada manusia dan hewan mudah diamati. Selain itu gerak pada manusia dan hewan dapat menyebabkan berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif

    Tumbuhan juga melakukan gerak, misalnya gerak akar tumbuh menuju ke tempat yang banyak mengandung air dan mineral, gerak sulur membelit tiang, gerak ujung batang ke atas, dan gerak kuncup bunga yang mekar. Untuk dapat mengamati gerak pada tumbuhan, kamu harus melakukannya dengan cermat. Gerak tumbuhan sangat lambat dan tidak mengakibatkan perpindahan tempat sehingga disebut gerak pasif.

    2. Sensitif Pada Rangsangan (iritabilitas)

    Kamu coba lihat tanaman yang tumbuh dalam pot yang ditempatkan dalam ruang. Menuju mana tangkai tanaman itu tumbuh? Tanaman itu akan ke arah sinar yang menerangi ruangan itu. Hal tersebut memperlihatkan tanaman sensitif pada rangsang sinar.

    Tiap makhluk hidup memiliki kekuatan menyikapi rangsang dengan yang berbeda. Kesensitifan pada rangsang memperlihatkan jika pada tubuh makhluk terjadi proses penataan.

    Agar bertahan hidup, semua makhluk hidup harus bisa menyikapi pengubahan lingkungan. Misalkan secara spontan kamu akan tutup mata ketika berada benda yang mendadak dekati mata. Contoh yang lain ketika berada lalat yang hinggap di badan sapi sisi belakang, secara spontan sapi akan mengibaskan ekornya. Tanaman yang kamu tempatkan di rumah dekat jendela akan tumbuh menuju sumber sinar yakni dekati jendela. Jadi makhluk hidup memiliki ciri-ciri sensitif pada rangsangan.

    Hewan dan manusia memiliki indera. Lewat indera berikut hewan dan manusia ketahui rangsangan dari lingkungannya. Tahukah kamu indera pada manusia? Manusia memiliki lima indera dasar yang disebutkan panca indera, yakni mata yang sensitif pada rangsangan sinar, telinga sensitif pada rangsangan suara, hidung sensitif pada rangsang berbau, lidah sensitif pada rangsangan rasa, dan kulit yang sensitif pada rangsangan sentuhan, penekanan, panas, dingin, dan merasa sakit.

    Lantas bagaimanakah ketahui jika tumbuhan sensitif pada rangsangan? Walau tumbuhan tidak memiliki indera, kamu bisa memperhatikannya secara jelas dalam tumbuhan putri malu. Bila kamu sentuh daunnya, karena itu daun itu akan selekasnya tutup. Sebenarnya semua tumbuhan sensitif pada rangsangan seperti air, mineral, sinar matahari, gravitasi, dan kelembapan.

    Tumbuhan, hewan dan manusia memiliki kesensitifan pada rangsangan (iritabilitas). Ini bisa diperlihatkan sebagai berikut ini:
    Dalam tumbuhan, daun putri malu jika dikasih rangsangan sentuhan akan menyikapi rangsangan dengan tutup daunnya.

    Pada hewan, ayam saat fajar menyingsing akan berkokok.

    Manusia bila dikasih berbau yang menggairahkan akan menyikapi rangsang, misalkan bersin.

    3. Membutuhkan Makan (Nutrisi)

    Ciri makhluk hidup yang kesempatan ini ialah membutuhkan makanan atau gizi. Kamu saat berasa lapar akan usaha menangani rasa lapar itu dengan makan. Lantas bagaimana dengan hewan dan tumbuhan? Jika kamu mempunyai hewan piaraan seperti burung, ayam, dan anjing, kamu pasti memberikan makan hewan itu tiap hari. Kebalikannya hewan liar usaha penuhi sendiri keperluan makannya. Ini menunjukkan jika hewan membutuhkan makanan.

    Tiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Ini mempunyai tujuan agar menjaga hidup, hasilkan energi, dan perkembangan. Tiap makhluk hidup memiliki langkah yang berbeda dalam mendapatkan makanan. Tumbuhan bisa membuat makanan sendiri lewat proses fotosintesis. Hewan dan manusia tidak bisa membuat makanan sendiri, tapi bergantung pada makhluk hidup yang lain.

    Bagaimanakah cara tumbuhan mendapatkan gizi? Tumbuhan berhijau daun memiliki klorofil yang bisa dipakai untuk bikin makanan sendiri dengan fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan beberapa bahan berbentuk karbon dioksida, air, dan sinar matahari. Pada proses fotosintesis dibuat oksigen dan karbohidrat. Lihat reaksi fotosintesis di bawah ini.

    Tumbuhan membutuhkan bermacam jenis mineral atau elemen hara untuk mendukung hidupnya. Pasti kamu pernah memupuk tanaman hias atau menyaksikan petani menyebarkan pupuk pada tanamannya di sawah. Arah pemupukan ini ialah memberikan elemen hara pada tanaman hingga bisa tumbuh subur.

    4. Bernafas (respirasi)

    Bernafas yakni ambil oksigen untuk oksidasi makanan, hingga mendapatkan energi dan keluarkan karbondioksida sebagai zat tersisa. Hewan vertebrata di darat bernafas dengan paru-paru, ikan bernafas dengan insang, cacing bernafas dengan kulit. Tumbuhan, pada daun bernafas lewat stomata, pada tangkai lewat lentisel dan di akar lewat bulu-bulu akar. Manusia bernafas dengan paru-paru.

    5. Tumbuh dan Berkembang

    Lihatlah badanmu saat ini. Apakah sama tinggi dan berat tubuhmu saat ini sama waktu kamu duduk di kelas 3 SD? Kenapa badanmu saat ini berlainan dengan saat kamu SD? Perkembangan sebagai proses bertambahnya jumlah dan berat kering sel makhluk hidup, yang memiliki sifat irreversible (tidak bisa balik ke kondisi sebelumnya). Perkembangan pada makhluk hidup bersel satu (uniseluler) diperlihatkan dengan pertambahan volume dan ukuran sel. Perkembangan pada makhlukhidup bersel banyak (multi mobile) muncul karena jumlah sel semakin bertambah banyak dan ukuran sel semakin bertambah besar. Sel bisa semakin bertambah banyak karena sel alami mekanisme pemisahan. Akibatnya karena perkembangan ialah semakin bertambah tinggi dan berat tubuh seorang anak, dan semakin bertambah panjangnya ukuran tangkai.

    Apa makhluk hidup cuman alami perkembangan? Kecuali alami perkembangan, makhluk hidup alami perubahan. Perubahan ialah proses ke arah kedewasaan. Perubahan sebagai pengubahan/pembaruan susunan dan peranan organ badan yang mengikuti proses perkembangan, misalkan seorang anak umur 18 bulan bisa berjalan tanpa kontribusi. Di antara 2—3 tahun, anak sudah bisa mengatur kemauan kencing dan bab. Pada umur tiga tahun anak sudah bisa bicara dengan kalimat simpel, umur 5 tahun ke atas sudah berkembang kekuatan bicara, menulis, membaca, dan belajar bagaimana berkawan sama orang lain.

    Tumbuh sebagai pengubahan ukuran badan karena pertambahan jumlah sel dan volume badan. Perkembangan memiliki sifat ireversibel, maknanya tidak bisa balik ke wujud sebelumnya. Misalkan dari badanmu yang semakin bertambah tinggi dan tidak menjadi lagi pendek kembali. Sedang berkembang sebagai proses ke arah kedewasaan yang memiliki sifat kualitatif. Misalkan telur katak menetas jadi berudu, lalu jadi katak berbuntut, katak muda, dan pada akhirnya berkembang jadi katak dewasa.

    Perkembangan pada manusia dan hewan memiliki sifat terbatas, maknanya cuman tumbuh sampai umur tertentu dan setelah itu perkembangannya akan stop. Sedang perkembangan dalam tumbuhan biasanya tak terbatas, maknanya tumbuhan akan tumbuh sepanjang hidupnya.

    6. Berkembang biak (reproduksi)

    Berkembangbiak ialah perbanyak diri untuk menjaga kelestariannya. Langkah berkembang biak seperti berikut :
    Secara kawin/generatif, yakni perkembangbiakan yang mengikutsertakan sel telur dan sel sperma.
    Secara tidak kawin/vegetatif, yakni perkembangbiakan yang tidak mengikutsertakan sel telur dan sel sperma, tetapi mengikutsertakan sel badan.

    Berkembang biak yakni menghasilkan generasi. Kamu pasti tahu jika tiap makhluk hidup tidak bisa hidup selama-lamanya. Untuk melestarikan macamnya karena itu makhluk hidup mempunyai kekuatan berkembang biak. Bekembang biak atau reproduksi sebagai salah satunya ciri-ciri mkhluk hidup

    Makhluk hidup selalu usaha untuk jaga keberlangsungan hidupnya, salah satunya triknya dengan berkembang biak atau reproduksi. Pada proses perkembangbiakan, karakter anak akan mewariskan karakter induknya. Perkembangbiakan makhluk hidup bisa dilaksanakan dengan 2 langkah, yakni secara seksual (kawin atau generatif) dan secara aseksual (tidak kawin atau vegetatif).

    Bagaimanakah cara ayam berkembang biak?

    Sudah pernahkah kamu memperhatikan perubahan telur di saat pengeraman?

    Sesudah alami pengeraman sepanjang lebih kurang 21 hari, telur akan retak, selanjutnya nampaklah anak ayam dari dalamnya.

    Perkembangbiakan secara generatif didului dengan peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Contoh perkembangbiakan secara seksual ialah unggas bertelur, mamalia melahirkan, dan tumbuhan hasilkan biji. Perkembangbiakan secara aseksual tidak lewat peleburan dua tipe sel kelamin, misalkan Amoeba memisah diri, Hydra hasilkan tunas, mencangkok, stek, umbi lapis, dan merunduk.

    7. Adaptasi

    Adaptasi adalah kekuatan makhluk hidup untuk beradaptasi pada lingkungannya. Untuk makhluk hidup yang bisa beradaptasi pada lingkungannya, dia bisa hidup semakin lama dan pribadi semacamnya (komunitas) condong semakin bertambah banyak. Tapi untuk makhluk hidup yang tidak bisa beradaptasi pada lingkungan akan musnah.

    Menurutmu, apa yang harus dilaksanakan makhluk hidup agar bertahan hidup di lingkungannya? Tahukah kamu bagaimanakah cara kaktus menjaga hidupnya di lingkungan gurun? Kaktus selalu lakukan penyesuaian pada lingkungan supaya masih hidup.

    Contoh penyesuaian pada hewan ialah ada bermacam-macam paruh dan kaki pada burung sesuai tipe makanan dan tempat hidupnya. Contoh penyesuaian dalam tumbuhan ialah wujud daun yang lain di antara tumbuhan yang hidup di wilayah lembap, berair, dan kering. Penyesuaian dapat berupa perilaku, misalkan kerbau berkubang saat udara panas. Coba kamu perhatikan beberapa macam wujud penyesuaian pada hewan dan tumbuhan di lingkungan sekelilingmu.

    Ada tiga jenis penyesuaian, yakni:

    1. Penyesuaian morfologi, yakni rekonsilasi diri pada beberapa alat badannya. Contoh: burung elang memiliki kuku yang tajam untuk menangkap mangsa. Bunga teratai memiliki daun yang lebar untuk memperlebar sektor evaporasi.
    2. Penyesuaian fisiologi, yakni penyesuian diri pada lingkungan dengan peranan beberapa alat badan. Contoh : Manusia menambahkan jumlah sel darah merah jika ada dalam pegunungan. Kotoran unta kering , tapi urinenya kental
    3. Penyesuaian perilaku, yakni rekonsilasi diri pada lingkungan dengan kelakuannya. Contoh: Bunglon mengganti warna badannya, ikan paus ada ke permukan secara periodik.

    8. Regulasi

    Peraturan ialah proses penataan kecocokan pada tubuh organisme yang ditata oleh syaraf dan hormon.

    9. Ekskresi

    Tiap makhluk hidup mengeluarkan zat sisa supaya tidak mencelakakan dan meracuni badannya. Alat ekskresi pada manusia berbentuk paru-paru, kulit, ginjal, dan anus. Paru-paru keluarkan zat sisa berbentuk karbon dioksida dan uap air. Kulit keluarkan zat sisa berbentuk keringat yang terbagi dalam air, urea, dan garam. Ginjal keluarkan zat sisa berbentuk urin yang terbagi dalam air, garam, dan urea. Anus sebagai kutub mekanisme pencernaan yang keluarkan zat tersisa berbentuk tinja, air, dan garam.

    Bagaimana tumbuhan keluarkan zat sisa? Pengeluaran zat sisa pernafasan dalam tumbuhan dilaksanakan lewat stomata dan lentisel.

    Ekskresi ialah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme badan. Pada proses oksidasi makanan kecuali hasilkan energi, badan organisme hasilkan zat sisa yang perlu dikeluarkan dari badan. Jika zat sisa itu tidak dikeluarkan akan mencelakakan badan. Contoh: Manusia keluarkan karbondioksida lewat paru-paru, ikan keluarkan karbondioksida lewat insang.

    Oksidasi zat makanan dan transisi zat pada tubuh makhluk hidup (metabolisme) kecuali hasilkan energi hasilkan zat sisa yang perlu dikeluarkan dari pada tubuh. Kandungan zat sisa yang tinggi bila tidak dibuang akan mencelakakan badan. Contoh paruparu dan insang keluarkan CO2 dan uap air, kulit keluarkan keringat, dan ginjal keluarkan urine. Tumbuhan keluarkan zat sisa lewat stomata.

    Menjadi salah satu ciri makhluk hidup ialah keluarkan zat sisa (Ekskresi), saat makhluk hidup tidak dapat kembali keluarkan zat sisa karena itu mkhluk hidup itu ada pada keadaan tidak sehata dan bisa memunculkan kematian pada makhluk hidup itu.

    Klasifikasi Makhluk Hidup

    Di bumi keberagaman makhluk hidup benar-benar beragam-ragam dan makin lama semakin bertambah banyak, sudah pasti keberagaman tertambah. Karena ada makhluk hidup yang banyaknya berjuta-juta itu bagaimana kita akan pelajarinya? Untuk pelajari makhluk hidup itu, manusia usaha menyederhanakan makhluk hidup dengan menggolong-golongkan makhluk hidup berdasar beberapa ciri yang dipunyai.

    Dalam barisan yang memiliki beberapa ciri yang serupa itu tentulah diketemukan kembali ketidaksamaan-perbedaan. Selanjutnya dibuat kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasar kesamaan beberapa ciri yang dipunyai, hingga bisa didapat barisan paling kecil dengan kesamaan ciri-ciri yang serupa. Pengetahuan yang pelajari pengelompokkan makhluk hidup dengan satu mekanisme tertentu disebutkan kategorisasi atau taksonomi. Lebih detilnya, baca keterangan mengenai kategorisasi makhluk hidup berdasar beberapa ciri berikut!

    Pada era ke-18 Carolus Linnaeus (1707 - 1778), seorang pakar biologi dari Swedia mengenalkan kategorisasi berdasar kesamaan susunan. Makhluk hidup yang memiliki susunan badan yang serupa ditaruh pada sebuah barisan. Jika pada sebuah barisan diketemukan ketidaksamaan-perbedaan, karena itu dipisah dalam barisan yang lebih kecil kembali demikian selanjutnya. Ini hasilkan tiap barisan kecil memiliki kesamaan ciri-ciri. Dengan semacam ini karena itu makhluk yang ada di atas bumi ini dibagi jadi dua (2) barisan dunia kehidupan besar yakni: dunia hewan atau Animalia dan dunia tumbuhan atau Plantae. Seterusnya tiap dunia akan dipisah jadi kelompok-kelompok lebih kecil yang disebutkan dengan takson-takson. Dunia hewan akan dipisah jadi takson-takson sebagai berikut ini:

    1. Kingdom atau kerajaan.
    2. Filum.
    3. Class atau kelas.
    4. Ordo atau bangsa.
    5. Kerabat atau suku.
    6. Genus atau marga.
    7. Species atau tipe.

    Di dunia tumbuhan dipisah jadi takson-takson sebagai berikut ini:

    1. Kingdom atau kerajaan.
    2. Seksi.
    3. Class atau kelas.
    4. Ordo atau bangsa.
    5. Kerabata atau suku.
    6. Genus atau marga.
    7. Species atau tipe.

    Disamping itu, dalam kategorisasi makhluk hidup memakai mekanisme yang disebutkan dengan Mekanisme Binomial Nomenklatur (Mekanisme nama double). Dalam mekanisme Binomial Nomenklatur memiliki beberapa aturan sebagai berikut ini:

    Species terdiri dari 2 kata, kata pertama memperlihatkan genus dan kata ke-2 memperlihatkan karakter detailnya.

    Kata pertama dengan diawali huruf besar dan kata ke-2 dengan huruf kecil.

    Memakai bahasa latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan dengan diciptakan miring atau digaris bawahi.

    Contoh : Nama species Pisang ; Musa paradisiaca L

    Genus : Musa

    Species : paradisiaca

    Aktor pengidentifikasi oleh Linnaeus dipersingkat dengan L

    Beberapa argumen dalam kategorisasi memakai bahasa latin, karena:

    1. Supaya tidak ada kesalahan dalam mengenali makhluk hidup karena tidak ada nama makhluk hidup yang serupa tepat.
    2. Nama ilmiah jarang-jarang berbeda.
    3. Nama ilmiah dicatat dengan bahasa yang serupa di penjuru dunia.

    Menurut RH.Whittaker yang disokong oleh beberapa pakar biologi, di tahun 1969 ditingkatkan kategorisasi makhluk hidup memakai mekanisme lima kingdom seperti berikut :

    1. Monera
    2. Protista
    3. Fungi
    4. Plantae
    5. Animalia

    Demikian artikel tentang ciri-ciri makhluk hidup, Klasifikasi Makhluk Hidup. Semoga menambah pengetahuan kita tentang makhluk hidup. 

    LihatTutupKomentar