MEMBANGUN MINDSET BISNIS

    MEMBANGUN MINDSET BISNIS

    MEMBANGUN MINDSET BISNIS

    Bukan suatu hal yang mudah untuk membangun mindset diri berbisnis. Ketergantungan mayoritas orang adalah ingin bekerja di suatu kantor atau perusahaan, atau lembaga yang sudah mapan, dengan penghasilan yang sudah tetap, tanpa harus bersusah payah untuk merintis usaha baru, dengan resiko yang harus dihadapi, termasuk kerugian modal yang ditanankan dalam berbisnis.

    Menumbuhkan mindeset pikiran diri sendiri agar mempunyai semangat untuk berbisnis, berbisnis, dan berbisnis merupakan hal yang sangat sulit. Apalagi harus menumbuhkan semangat berbisnis orang lain. banyak usaha yang sudah dilakukan untuk membangun mindset bisnis misalnya dengan mengikuti seminar motivasi, seminar berbisnis, mengikuti pelatihan berbisnis, membaca buku jurus jitu berbisnis, buku langkah praktis berbisnis, buku kewirausahaan praktis dan sebagainya., namun untuk membangun jiwa kewirausahaan merupakah hal yang tidak mudah dipandang sepele.

    Banyak orang yang mengatakan bahwa untuk bisa berbisnis harus ada keturunan bisnis dari orang tuannya maupun kakek neneknya, tetapi hal itu tidak berdasarkan penelitian yang dapat dipercaya kebenaranya. Berbisnis merupakan ilmu, keterampilan dan seni. Sebagai ilmu keberadaanya dapat di pelajari dan dapat di upayakan. Sebagai keterampilan, kemampuan bisnis dapat dilatihkan, dibimbing dan dicoba. Sebagai seni, dapat di olah dengan sentuhan seni berbisnis yang manis, menarik, dan memikat calon pembeli, pelanggan, maupun pihak yang membutuhkan jasa.

    Mindset bisnis yang masih terpendam belum diolah dengan baik, perlu di bangunkan, diguguh, dan dilatihkan, sehingga tidak selamanya tertidur, dan mengendap dalam anganan belaka "Dengan dibangunkan, mereka yang bermimpi berbisnis, dapat terbangunkan". Berbisnis tidak boleh hanya di teorikan, di perdebatkan, di lokakaryakan, di seminarkan, di simposiumkan, di bicarakan, di rapatkan, di komperensikan, atau didiskusikan. Berbisnis perlu di praktekan. Teori praktek bukan satu banding satu, melainkan bisa jadi satu banding dua atau tiga.


    LihatTutupKomentar