MEMULAI USAHA BARU

    MEMULAI USAHA BARU

    MEMULAI USAHA BARU

    Setelah rencana bisnis telah matang, langkah berikutnya adalah memulai usaha dengan penuh keyakinan, bahwa usaha yang akan dilakukan akan berhasil dengan baik. Berhasil bukan hanya bisa membayar karyawan, biaya listrik, air, tempat, tetapi mampu mengembangkan modal dan mengembalikan modal kerja yang telah dikeluarkan.

    Modal yang telah tertanam, hendaknya dapat dikembalikan secepat mungkin, sehingga dapat dikembangkan untuk mengembangkan atau membuka usaha baru yang sejenis maupun usaha yang lebih prospek.

    Dalam memulai usaha, aspek resiko perlu di perhatikan dengan baik, sehingga apabila ada sesuatu yang menyebabkan usaha kita kurang maju atau ada beberapa hambatan, semuanya sudah kita perhitungkan dengan baik. tidak ada istilah terkejut, heran, atau diluar perkiraan kita sebagai pelaku bisnis. Seluruh resiko merupakan jawaban, atas usaha yang telah kita lakukan. Jangan pernah memulai bisnis manakala tidak berani mengambil resiko itu sendiri. Resiko itu sudah bisa, toh kita duduk aja ada resikonya, apalagi dengan menjalankan suatu bisnis yang tentunya banyak persaingan dan tantangan.

    Ada sebagian pelaku bisnis yang mengatakan, carilah usaha bisnis yang paling kecil resikonya, atau bisnis yang bahkan tidak sama sekali mempunyai resiko. hal itu hanya seluruh orang yang tidak berani mengambil resiko. Artinya resiko jangan dihindari, namun harus dihadapi, dikelola, dan diatasi dengan baik. Sehingga kerugian yang di derita dapat di minimalisasi dengan baik.

    Langkah yang dilakukan untuk memulai usaha baru :

    1. Memilih nama dan membuat logo spesifik yang belum ada yang menggunakan, jangan meniru karena sangat terkait dengan HKI dan berdampak negatif dengan branding anda. buat juga turunannya untuk stempel dan kop surat.
    2. Memilih tempat usaha yang paling strategis, murah dan bisa menekan biaya tetap.
    3. Membeli peralatan yang benar-benar dibutuhkan, bukan hanya sekedar untuk hiasan.
    4. Pemenuhan terhadap mesin dan alat-alat produksi, baik baru maupun secound (bisa juga mesin cukup menyewa, atau beli secara kredit, pilih yang paling lunak bunga dan lama cicilannya).
    5. Merekrut pegawai dari pegawai penerima pelanggan, sale, officeboy, supir, administrasi, manajemen, dan lainnya. Rekrut pegawai dengan cara wawancara langsung. Rekrut sesedikit mungkin, sehingga karyawan tetap sibuk meski tidak ada pelanggan, karena lebih hemat memberi insentif atau uang lembur daripada menambah karyawan baru.
    6. Melakukan tranning atau uju coba gladi bersih secara berulang-ulang.
    7. Memproduksi alat promosi papan nama, benner, spanduk, leaflet, booklet, kartu nama, dan selembaran iklan yang produktif.
    8. Pilihan secara legal atau informal. Bila legal, sahkan dengan akta notaris, dan berbagai izin dilengkapi
    9. Peresmian, grandopening dengan mengundang mitra bisnis.
    10. Belajar dari success story dan common mistakes.
    11. Pertahankan disiplin, pupuksemangat kerja karyawan, dan beri hadiah bila berprestasi, dan beri peringatan bila bersalah.


    LihatTutupKomentar