ASPEK MANAJEMEN STUDI KELAYAKAN BISNIS

    ASPEK MANAJEMEN STUDI KELAYAKAN BISNIS

    Studi Kelayakan Bisnis : Aspek Manajemen

    1. MANAJEMEN PERENCANAAN PROYEK 

    Perancanaan proyek merupakan aspek yang paling utama dibahas dalam aspek manajemen. Hal ini sesuai dengan fungsi manajemen yang pertama yaitu planning. Planning dalam studi kelayakan bisnis merupakan upaya untuk merencanakan bisnis yang akan dijalankan agar sesuai dengan tujuan utama (Core) bisnis kita. Planning harus dilaksanakan dengan seteliti-telitinya, sedetail-detailnya, sebaik-baiknya, selengkaplengkapnya, sejelas-jelasnya, serta sesempurna mungkin. 

    Mengapa harus teliti, detail, lengkap, jelas, dan disajikan secara sempurna, karena ada beberapa hal yang harus dihadapi seperti: 

    1. Resiko kerugian, 
    2. Resiko kegagalan, dan 
    3. Banyak pesaing tangguh sebagai pemain lama yang harus dikalahkan. 

    Dengan adanya resiko kerugian, kegagalan, dan banyak pesaing tangguh, maka pelaku bisnis harus benar-benar siap, sehingga segala resiko tadi dapat diatasi dengan baik. Ketika kita bisa mengatasi seluruh resiko tersebut, usaha kita akan lancar (tidak gagal), bisa mendatangkan keuntungan (tidak merugi), dan bisa menang dalam persaingan. 

    Perlu diingat, bahwa modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha bisa berasal dari: 

    1. Tabungan yang telah dikumpulkan dalam waktu yang lama dengan penuh perjuangan, sehingga dalam pemanfaatannya, harus hati-hati, hemat (hanya belanja barang/jasa yang benar-benar sangat diperlukan dan sangat penting saja bagi berjalan/ tidaknya usaha kita), dan harus penuh perhitungan. 
    2. Hutang yang harus segera dicicil baik pokok hutangnya maupun bunganya: apabila lengah sedikit saja, cicilan bisa macet, dan bunga bisa membengkak, yang kadang-kadang besarnya bunga lebih besar dari pokok hutangnya. Hal yang sangat tidak dikehendaki adalah, asset yang dijadikan jaminan (agunan) disita oleh pihak Bank 
    3. Modal patungan dari beberapa orang yang harus dipertanggungjawabkan dengan memanfaatkan sebaik mungkin, dan memberikan bagian keuntungan kepada pemilik modal: Apabila dalam tempo waktu tertentu, kita tidak dapat memberikan pendapatan sebagai bentuk “bagi hasil”, berarti pertanda buruk, bisa jadi modal yang sedang digunakan untuk usaha (modal yang sedang diputar) akan ditarik oleh pemiliknya, atau mitra kerja pemberi modal tidak percaya lagi kepada kita. Apabila kepercayaan orang lain kepada kita sudah hilang, maka tidak akan ada lagi orang yang percaya untuk menanamkan modalnya kepada kita. Kembali lagi, bahwa perencanaan memegang peranan yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup suatu usaha, baik usaha besar maupun usaha kecil. 

    2. BENTUK BADAN USAHA 

    Bentuk badan usaha dapat berupa usaha informal, perusahaan perseorangan, persekutuan (partenership), usaha patungan (joint venture), perseroan terbatas (PT), CV, koperasi, usaha dagang (UD), Firma atau lainnya. Dalam memilih bentuk badan usaha sangat ditentukan oleh besarnya modal, lingkup usaha, barang/jasa yang diperjualbelikan, dan aspek lainnya. Apabila modal kecil, cukup memilih badan usaha yang bersifat informal, seperti: pedagang kaki lima, usaha rumahan, dan usaha kecil lainnya yang tidak perlu menggunakan izin atau persyaratan lainnya. 

    Bila modal relatif cukup dan menghendaki lebih formal, bisa memilih Usaha Dagang (UD). UD cukup pengantongi izin usaha dari dinas perindustrian dan perdagangan. Bila menyertakan orang banyak dalam proses pendiriannya bisa berbetuk Koperasi. Akan sangat cocok bila diperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

    Bila penghendaki usaha yang lebih besar lagi, dengan jumlah pihak yang menyertakan modal banyak, maka dapat berupa PT. Untuk PT, proses pendiriannya harus mendapatkan akta notaries. PT harus mendapatkan berbagai izin sebagaimana telah dijelaskan pada bab pertama, muai Surat Izin Usaha (SIU), nomor pokok wajib pajak (NPWP), hingga izin-izin lainnya. 

    Untuk firma tidak jauh berbeda dengan PT, hanya saja jumlah pihak yang menyertakan modal lebih terbatas. Berbagai perizinan dan lainnya sama persis dengan PT. Untuk Firma ini, sekarang sudah tidak lazim lagi. Bentuk badan usaha yang paling ramai dijadikan badan usaha formal adalah PT. 

    Badan usaha manakah yang paling menguntungkan dilihat dari profit? Jawabannya sangat tergantung pada besar-kecilnya modal, peluang pasar, pesaing, jenis barang/jasa yang diusahakan, lingkup usaha, volume usaha, bentuk usaha, dan bidang garapan yang dikelola. Semuanya mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Akan tetapi kelemahan tersebut bisa diantisipasi, manakala bentuk badan usaha kita sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan di atas. 


    3. MANAJEMEN PELAKSANAAN BISNIS 

    Proyek usaha yang sudah direncanakan dengan baik dan matang dapat dilaksanakan dengan sunguh-sungguh. Ide proyek yang sudah dirancang merupakan langkah awal atau start yang bagus untuk keberhasilan. Akan tetapi, ide yang bagus tersebut belum ada maknanya, manakala tidak diikuti kerja keras dan usaha cerdas. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan usaha, kerja keras dan usaha cerdas, menjadi “kunci rahasia” keberhasilan usaha. 

    Pepatah melayu mengatakan, “sekali layar terkembang, pantang kembali ke daratan.” Artinya, ketika orang sudah memutuskan untuk berusaha, maka tidak ada jalan lain kecuali harus berhasil. Pantang untuk gagal, atau menutup usahanya sebelum modal kembali atau sebelum mendapatkan keuntungan yang melimpah. 

    Dalam melaksanakan kegiatan usaha ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan, agar usaha kita tidak menemui hambatan atau kendala, yaitu: 

    1. Kegiatan teknis 
    2. Administrasi intern 
    3. Kegiatan humas Pertama, kegiatan teknis. 

    Kegiatan ini merupakan kegiatan fisik, baik sekala kecil maupun besar. Andaikan saja kita membuka usaha “ayam petelur”, maka berbagai kegiatan teknis yang perlu dilakukan antara lain: 

    1. Menyiapkan ruangan yang akan digunakan untuk kandang 
    2. Menyiapkan kandang ayam dengan sistem baftery, di mana satu ayam menempati satu petak kandang yang tidak memungkinkan antar-ayam bertarung. 
    3. Menyiapkan tempat makan dan minum untuk seluruh ayam 
    4. Menyiapkan lampu dan sistem penerangan lainnya 
    5. Mengatur sistem sirkulasi udara sehingga ayam sehat 
    6. Menyiapkan tempat penyimpanan setok pakan ayam 
    7. Menyiapkan tempat penyimpanan telur 
    8. Menyiapkan alat transportasi untuk mengangkut pakan, kotoran, dan telur 
    9. Menyiapkan tempat penampungan kotoran basah sehingga tidak menyebabkan polusi udara bagi masyarakat sekitar 
    10. Menyiapkan tenaga kerja termasuk melatih mereka menangani ayam petelur, agar ayam petelur terawat dengan baik dan tidak banyak yang mati 
    11. Menyiapkan sound system agar ayam terhibur dan tidak stress sehingga mampu bertelur secara rutin. 

    Kedua, administrasi intern. Kegiatan yang perlu dilakukan meliputi, 

    1. administrasi legal formal usaha. Kegiatan ini perlu dilakukan agar, usaha yang dilaksanakan tidak mendapatkan masalah hukum di kemudian hari. 
    2. administrasi SDM mulai dari pengarsipan lamaran, perjanjian kerja, dan copy data diri karyawan sehingga apabila ada sesuatu di kemudian hari, perusahaan bisa melacak keberadaan karyawan atau keluarga karyawan.
    3. administrasi keuangan modal tetap dan modal berjalan yang digunakan untuk usaha sehingga tidak bercampur dangan keuangan pribadi. Termasuk dalam hal ini administrasi penggajian. 
    4. administrasi/inventarisasi alat dan perlengkapan usaha. 
    5. administrasi kearsipan, surat kontrak tempat usaha, akta jual beli asset, surat kendaraan, surat perjanjian dengan pihak ketiga, dan arsip lainnya. 
    6. administrasi perkantoran/ kesekretariatan lainnya.

    Ketiga, kegiatan humas. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk publikasi dan sosialisasi usaha yang baru dibuka, sehingga dapat dikenal masyarakat secara luas. Tanpa sosialisasi, hanya masyarakat sekitar saja yang mengetahui keberadaan usaha kita, bahkan bisa jadi mereka pun tidak tahu. Publikasi dapat melalui: 

    1. peresmian usaha tempat kita dengan mengundang, keluarga, kolega bisnis, tetangga, teman lama, pihak bank, pihak ketiga lainnya baik pihak yang langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan usaha kita, 
    2. publikasi, lewat internet, website, atau media jejaring sosial lainnya, sehingga semua orang yang membutuhkan barang/jasa kita dapat mengetahui keberadaan kita: 
    3. menyebar brosur/booklet, leafleat, selebaran berkaitan dengan jenis usaha, harga, pelayanan, tempat, dan informasi singkat lainnya yang bisa mengundang masyarakat luas berkunjung ke tempat usaha kita. 

    4.  ANALISIS MANAJEMEN OPERASIONAL BISNIS 

    Dalam melakukan analisis manajemen operasional, harus mampu mendeskripsikan secara detil bahkan kalau perlu hingga sangat detail barbagai hal yang berkaitan dengan operasional usaha. Faktor-faktor apa saja yang mampu meningkatkan pendapatan/keuntungan, sektor mana saja yang dapat dihemat, sektor mana saja yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. 

    Analisis manajemen operasi usaha juga dapat dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT, yakni melihat berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangannya. 

    Pertama, kekuatan adalah segala sesuatu yang sudah ada pada sisi internal, dan yang sudah ada pada usaha yang dilaksanakan, seperti: 

    1. Modal yang kuat, 
    2. SDM yang handal, 
    3. Tempat yang strategis, 
    4. Barang/jasa yang dijual-belikan mempunyai kualitas tinggi 
    5. Merk yang sudah terkenal dan diterima oleh masyarakat, Kedua, kelemahan, yaitu segala sesuatu yang menjadi faktor negatif dari sisi internal atas usaha yang sedang kita lakukan, antara lain: 

      • lemah dalam hal manajemen input, 
      • lemah dalam manajemen keuangan, 
      • lemah dalam melakukan negosiasi dan kerjasama dengan pihak lain 
      • lemah dalam menagih kredit macet, 
      • lemah dalam membuka cabang usaha baru, 
      • lemah dalam melakukan defersifikasi usaha, 
      • lemah dalam menyisihkan keuntungan untuk menambah modal, Ketiga, peluang, adalah berbagai kesempatan dari sisi eksternal yang dapat direbut oleh usaha yang sedang dilakukan, dengan melihat berbagai kemungkinan untuk mendapatkannya, seperti peluang: 
        • merebut pangsa pasar yang luas, 
        • mendapatkan sumber pembiayaan yang dapat digali dari berbagai tempat/ lembaga keuangan, 
        • mendapatkan lokasi baru yang masih memungkinkan dibuka sebagai cabang-cabang, 
        • membuka usaha lain yang sejenis yang sangat mungkin dibuka, 
        • mendapatkan berbagai kemudahan perizinan karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, 
        • mendapatkan SDM yang mempunyai spesialisasi khusus, dan berbagai kelemahan lainnya. 

    Keempat, hambatan, yaitu berbagai kendala dari sisi eksternal yang ditemukan selama melaksanakan usaha, baik kendala teknis, maupun menejemen yang belum dapat diatasi dengan sempurna, seperti: 

    1. hambatan legalitas/administratif, karena belum mempunyai perizinan secara lengkap, 
    2. hambatan geografis, yang jauh dengan bahan baku, jauh dengan pasar, jauh dengan transportasi murah 
    3. hambatan politik, suhu politik dan keberpihakan pemerintah yang tidak mendukung 
    4. hambatan budaya, belum seluruh masyarakat bisa menerima produk barang/jasa yang dihasilkan. 

    5. MANAJEMEN PENGAWASAN BISNIS 

    Aspek pengawasan melalui kegiatan monitoring dan bimbingan teknis kepada karyawan sangat diperlukan. Pengawasan merupakan kegiatan saat proses bisnis sedang dilaksanakan, tidak harus menunggu bisnis yang dilakukan berhasil. Pada saat proses bisnis berlangsung, koreksi dapat dilakukan, sehingga apabila ada penyimpangan barang sedikit pun dapat diluruskan kembali. Dengan demikian, tingkat penyimpangannya tidak terlalu jauh, dan segera mendapat perbaikan sesuai SOP yang sudah disepakati bersama. 

    Dalam proses pengawasan, unsur pimpinan atau manajer dapat secara langsung memberikan bimbingan teknis yang diperlukan karyawan. Bimbingan teknis tersebut mampu membantu karyawan mengatasi permasalahan teknis. Terkadang bimbingan teknis sifatnya sangat sepele, tetapi memberi dampak yang sangat besar bagi keberhasilan bisnis. Seperti, memberikan salam, sapa, dan senyum (S3) kepada pelanggan, ringan mengucapkan terima kasih, ringan mengucapkan maaf bila melakukan kesalahan sekecil apapun. 

    6. MANAJEMEN EVALUASI BISNIS 

    Evaluasi dapat dilakukan setelah kegiatan usaha berjalan minimal enam bulan, dalam arti sudah ada hasil yang diperoleh. Evaluasi menilai apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaan evaluasi, dapat menggunakan berbagai metode evaluasi seperti:

    1. Model CIPP (contexts, input, process, dan product) 
    2. Model CIPPO (contexts, input, process, product, dan outcome) 
    3. Model PP (process dan product) 

    Pertama, evaluasi konteks merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi segala sesuatu yang berkaitan dengan konteks, seperti: peralatan, mesin, mebeler, Standard Operational Procedure (SOP), berbagai petunjuk teknis kerja, peraturan yang berkaitan dengan usaha, dan lain-lain. 

    Kedua, evaluasi input, yaitu masukan usaha kita, bisa bahan baku, row input, dan input-input lainnya. Misalnya saja, usaha kita di bidang bimbingan belajar, maka row input nya adalah calon siswa/peserta didik, calon guru/ instrukturnya. Kalau usaha kita adalah pembuatan kue kering, maka row input-nya bisa tepung terigu, soda pengembang kue, telur, garam, gula, pengharum makanan, jenis pembungkus kue, dan lain-lain. 

    Ketiga, evaluasi proses, yaitu mengukur efektivitas proses, apakah sudah sesuai dengan prosesur yang telah ditetapkan atau belum. Proses yang bagus adalah proses yang berjalan sesuai dengan ketentuan SOP yang telah ditetapkan. Kalau usaha kita di bidang kursus, maka evaluasi proses adalah proses belajar mengajar yang disampaikan instruktur kepada peserta kursus, apakah: instruktur membuat bahan persiapan berupa satuan acara kursus, mengajar tepat waktu, menggunakan metode yang sesuai, menggunakan media yang bervariatif dan menarik, memberikan tugas-tugas, memberikan evaluasi, memberikan umpan balik, dan sebagainya. 

    Keempat, evaluasi produk, yaitu mengukur kualitas produk apakah sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, mengukur kuantitas produk, apakah jumlah dan volumenya sudah sesuai dengan yang ditargetkan. Kualitas produk yang baik adalah produk yang sesuai dengan criteria produk yang diangan-angankan. Bila kualitas produk di bawah ketentuan, berarti ada input atau proses yang kurang tepat. Bila kuantitas produk di bawah target, berarti ada proses yang kurang berjalan secara maksimal. 

    Kelima, evaluasi outcome, yaitu luaran yang sudah sampai di tangan masyarakat konsumen. Misalnya, usaha jasa kursus, maka outputnya adalah lulusan, tetapi oufcome-nya adalah kiprah lulusan di dunia kerja, apakah mampu memenuhi tuntutan dunia kerja atau tidak. 

    Dalam evaluasi harus ada kriteria keberhasilan yang digunakan sebagai patokan. Kriteria inilah yang akan menentukan apakah contexts, input, process, product, dan outcome sudah sesuai dengan harapan ataukah belum. Kriteria ini bisa berupa tabel angka ketentuan, bisa juga persentase, bisa volume, dan sebagainya, tergantung pada aspek yang dievaluasi. 

    7. MANAJEMEN R/D PENGEMBANGAN USAHA 

    Kegiatan research and development merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan oleh pengusaha, manakala menghendaki usahanya berhasil dan berkembang. Misalnya saja, pengusaha supermarket dengan merek “Global Maret” apabila hendak mengembangkan usahanya, harus melakukan penelitian dan pengembangan di bidang: 

    1. Research pelayanan. Bagaimanakah standar pelayanan yang paling disenangi pelanggan. Dengan mengadakan penelitian mendalam akan diperoleh standar pelayanan yang paling cepat, ringan, mudah, murah, dan paling disukai pelanggan. Sehingga pelanggan merasa senang mendapat pelayanan dari para pramuniaganya. 
    2. Research harga. Harga yang paling ekonomis, yang paling murah, tetapi masih memberikan margin keuntungan yang bisa mencukupi pengeluaran. Misalnya: dengan selisih harga seratus rupiah atau dua ratus rupiah dengan supermarket lainnya, pelanggan akan mengingatingat bahwa belanja di supermarket Global Maret harganya murahmurah. Kesan inilah yang harus dibangun melalui research bisnis yang dilakukan. 
    3. Researdi Input. Untuk mendapatkan input yang bagus, kuat, murah, Cepat mendapatkannya, dan kecil resikonya perlu melakukan penelitian secara terus menerus. Kalau perlu, setelah mendapatkan input yang lebih bagus, dapat berpindah tempat dan berpindah pelanggan dalam mendapatkan imput 
    4. Research lokasi. Hal ini perlu dilakukan untuk pengembangan dan ekspansi pasar dalam rangka meningkatkan omset penjualan, menguatkan jejaring usaha, dan mengurasi resiko. 
    5. Research kepuasan pelanggan. Hal ini sangat penting dilakukan agar pelanggan tidak lari kepada penjual lain atau supermarket lain. Ketika suatu usaha sudah ditinggalkan oleh pelanggan, maka kerugian akan menimpanya. Oleh karena itu, ketika hari ini suatu usaha telah kehilanggan pelanggan satu, maka dapat dipastikan, esok harinya akan kehilangan dua, esoknya akan kehilangan empat, esoknya lagi akan kehilangan enam belas pelanggan, dan seterusnya sesuai deret ukur. 

    Ketika Global Maret, telah mendapatkan kepercayaan masyarakat baik dari segi kualitas barang, pelayanan, harga, maka tidak menutup kemungkinan akan selalu diterima oleh masyarakat, dan banyak pihak lain yang ingin membeli label, dan seluruh standar pelayanannya dengan menggunakan sistem franchise. Para pemilik modal akan menumpang merk yang sudah terkenal dan diterima oleh masyarakat, tanpa harus membuat sendiri dari awal. 

    8. MANAJEMEN PASOKAN DAN DISTRIBUSI 

    Manajemen Pasokan dari distributor kepada usaha kita dan manajemen distribusi pengiriman barang/jasa kepada pelanggan merupakan dua hal yang tidak dapat disepelekan. Pasokan barang kepada kita sebagai input tidak boleh terlambat barang sebentar pun. Barang yang dipasok harus sesuai dengan kriteria yang ada dalam perjanjian pemasokan barang. 

    Volume barang yang dikirim pun harus sesuai dengan takaran atau timbangan yang telah ditentukan, tidak boleh kurang, atau lebih. Bila kurang maka proses produksi akan terganggu. Bila berlebih, maka resiko kerusakan karena penimbunan menjadi masalah tersendiri, dan ancaman / potensi terjadinya kerugian yang tidak dikehendaki. 

    Distribusi barang/jasa kepada pelanggan juga merupakan hal yang sangat prinsip. Pada prinsipinya, pelanggan tidak mau barang/jasa yang diterima terlambat datang, cacat, atau kualitas dan kuantitasnya di bawah yang dikehendaki. Dengan ketepatan waktu pengiriman, kualitas dan kuantitas sesuai yang dikehendaki, pelanggan akan selalu mengingat dan akan mengiklankan secara gratis kepada calon pelanggan yang lain, tentang kualitas pelayanan usaha kita. 

    9. MANAJEMEN KONTROL KEUANGAN 

    Manajemen keuangan dengan melakukan kontrol setiap waktu yang telah ditentukan, merupakan pekerjaaan yang harus dilakukan. Keuangan merupakan kunci keberlanjutan usaha yang dijalankan. Dengan keuangan yang terganggu, maka usaha yang sedang berjalan pun akan terganggu. 

    Kesalahan dalam memanejemen keuangan merupakan kesalahan fatal yang bisa menghancurkan usaha. 

    Prinsip penggunaan keuangan yang perlu dilakukan adalah: 

    1. Prinsip kehati-hatian, dalam arti setiap akan membelanjakan keuangan harus mempertimbangkan urgensi dan dampaknya bagi usaha yang sedang berjalan. 
    2. Prinsip kebermanfaatan, dalam arti setiap rupiah uang yang dikeluarkan atau dibelanjakan harus memberikan manfaat bagi usaha. 
    3. Prinsip penghematan, dalam arti uang yang ada harus dimanfaatan secara hemat, sehingga dapat menekan pengeluaran 
    4. Prinsip kejujuran, setiap pencatatan atau pembukuan dilakukan secara jujur, sehingga memudahkan dalam pemeriksaan. 
    5. Prinsip transparansi, dalam arti laporan pendapatan dan pengeluaran usaha dapat dilihat oleh pihak-pihak yang berkepentingan, terutama pihak pemberi modal. 
    6. Prinsip akuntabilitas, dalam arti laporan yang disusun dapat dipertanggungjawabkan kepada tuhan, pemilik modal, petugas pajak, bank, atau pihak lain yang berkepentingan dan berhubungan dengan usaha kita. 

    10. MANAJEMEN PENGEMBANGAN USAHA 

    Dalam proses pengembangan usaha, pertanyaan yang perlu dijawab adalah, perlu tidaknya konsultan. Konsultan merupakan orang yang ahli di bidangnya, dalam hal ini ahli di bidang bisnis. Konsultan yang dipilih hendaknya yang benar-benar ahli, sehingga biaya yang dikeluarkan memberikan manfaat yang besar bagi usaha yang sedang dibangun. 

    Konsultan yang sudah mempunyai reputasi, adalah konsultan yang telah terbukti mampu mengembangkan usaha orang lain di berbagai tempat dan berbagai jenis usaha. Konsultan yang hendak disewa harus sudah jelas jenis pekerjaannya, lama waktu bekerjanya, gaji yang akan diterimanya, peningkatan usaha yang akan diperoleh. Dengan demikian, tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. 

    Konsultan bisnis yang handal adalah mereka yang mampu memprediksi kenaikan usaha yang akan diterima oleh pengusaha, manakala pengusaha mau mengikuti masukan, saran, dan rekomendasinya. Semuanya merupakan hasil kerja yang dapat diukur baik kualitas maupun kuantitasnya. 

    Konsultan laksana pelatih dalam dunia olahraga. Dengan pelatih, prestasi atlet dapat ditingkatkan sampai maksimal sesuai dengan kemampuan atlet. Tanpa pelatih, seorang atlet tidak mengetahui cara meningkatkan prestasi dan atau kemampuan diri sesuai dengan kapasitasnya. 

    Pelatih akan mengetahui di mana kelemahan-kelemahan yang masih dihadapi, dan mengetahui bagaimana cara menghilangkan atau memupuk kelemahan tersebut. Begitu juga seorang konsultan bisnis, ia akan mengetahui berbagai kelemahan-kelamahan yang masih dihadapi, dan bagaimana cara mengatasi kelemahan itu. 

    11. MANAJEMEN NETWORK PLANNING 

    Networking merupakan jejaring usaha yang dapat memperlancar usaha. Mereka berperan sebagai mitra bisnis yang harus dijaga keutuhannya, jangan sampai terjadi miskomunikasi atau mis-understanding. Apabila itu terlanjur terjadi maka perlu dicarikan jalan ke luar sehingga tidak merugikan usaha kita. 

    Mitra-mitra bisnis sebagai networking perlu dibangun sebanyakbanyaknya sepanjang menguntungkan kita. Networking yang merugikan dapat dievaluasi dan dieliminasi, sehingga keberadaannya tidak menjadi batu sandungan usaha. 

    Networking bisnis menurut jarak hubungan emosional dan urgensinya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 

    1. Mitra bisnis prioritas utama dan sangat fital (primer), 
    2. Mitra bisnis penting (Skunder) 
    3. Mitra bisnis biasa (tersier) 

    Mitra bisnis prioritas utama dan adalah pensuplai atau penerima barang dan dan jasa kita secara rutin. Keberadaan sangat menentukan berlanjut tidaknya usaha kita. Mitra bisnis yang seperti ini keberadaannya sangat fital sehingga tidak boleh terjadi perselisihan atau konflik yang disebabkan oleh kesalahan komunikasi dan ketidaksamaan pemahaman. Bila hal itu terjadi harus segera dicarikan solusi, agar tidak berakibat buruk. 

    Mitra usaha skunder, keberadaan masih penting tetapi tidak sepenting mitra bisnis yang pertama. Mereka ini bisa berganti-ganti, seperti mitra jasa pengiriman barang, katring makanan, jasa pengamanan, sumber daya manusia pelaksana, dan mitra bisnis lainnya. Ketika mitra tersebut mengundurkan diri atau menarik dukungannya kepada usaha kita, maka dengan mudah dapat dicarikan penggantinya, baik yang mempunyai kualitas setaraf maupun lebih tinggi sesuai dengan kepentingan. 

    Mitrabisnistersier,adalah mitra bisnis yangsangattidak mempengaruhi keberlangsungan usaha kita, seperti mitra bisnis di bidang kebersihan (petugas sampah), pertamanan, dan mitra bisnis sejenis yang sama sekali tidak berhubungan langsung dengan usaha yang sedang berjalan. 

    Manfaat Network planning yang paling utama adalah memberi dukungan kepada usaha baik dukungan financial, pengadaan barang, pengiriman / pendistribusian barang, dukungan moral dan spiritual. Itulah sebabnya, saat usaha kita di lounching, mereka semua perlu diundang, dengan harapan akan menjadi mitra bisnis yang baik, baik saat ini maupun masa depan. 

    Networking perlu direncanakan dengan baik. Kepada siapa usaha kita akan dikembangkan, dengan mitra bisnis yang seperti apa, di mana, kapan, berapa modal tambahan yang diperlukan, keuntungan apa saja yang akan diperoleh menjadi pertanyaan kunci saat melakukan perencanaan networking. 

    12. MANAJEMEN STRATEGI 

    Strategi pengembangan bisnis merupakan upaya yang harus dilakukan, manakala menghendaki usaha yang dilakukan berkembang. Strategistrategi jitu, teruji, handal, yang telah dilaksanakan oleh banyak kalangan harus dijadikan pondasi dalam melaksanakan menajemen strategic. Cuma strategi-strategi bisnis yang telah berhasil dilakukan oleh orang lain (pelaku bisnis yang lain) belum tentu sepenuhnya cocok dengan usaha kita, oleh karena itu, perlu menciptakan strategi bisnis baru yang benar-benar cocok dengan usaha yang sedang dilakukan. 

    Contoh: minimarket (Indomaret, Alfameret, Alfa Midi), bimbingan belajar (Nurul Fikri, Prima Gama, Newtron, Ghanesa Operation/GO), lembaga kursus dan diploma (LP3i, BSI, LIA), mengembangkan strategi bisnis secara franchise, maka usaha bisnis minimarket kita dengan Merk Globalmaret belum tentu cocok menggunakan strategi itu. 

    Kini, ada supermarket yang khusus menjual barang-barang bangunan, katakan Mitra 10, yang ouflet-nya sudah berkembang di mana-mana. Namun, keberadaannya belum tentu berhasil setingkat dengan Indomaret atau Alfamaret. 

    Misalnya, showroom mobil “BSR" di bilangan Jagakarsa Jakarta Selatan, mempunyai strategi bisnis yang berbeda dengan showroom lainnya. Semua mobil yang dipajang di showroom-nya hanya mobil berkualitas yang dapat dijamin keabsahan surat-suratnya maupun mesinnya. Kalau mobil sudah ditawar showroom “BSR”, tidak ada lagi showroom lain yang berani menawar dengan harga di atasnya. Begitu juga kalau kita mau membeli mobil second di sana, kita akan menemukan harga di bawah harga showroom lainnya, dengan kualitas sama atau bahkan di atasnya. 

    Banyak sekali pesaing yang menjual mobil/showroom, namun belum ada yang mampu menandingi kehebatan showroom “BSR”. Orang yang mau membeli boleh membeli dengan chash maupun kredit dengan bunga ringan dengan dibantu pengurusan persyaratan surat-suratnya. Bila hendak memperpanjang STNK nya pun tidak perlu repot-repot ke kantor Samsat. Surat-surat cukup dibawa ke showroom tersebut, dalam waktu satu hari perpanjangan STNK selesai, tanpa dibebani biaya yang memberatkan. Bila mobil belum lunas, tetapi hendak dijual, maka showroom bisa dengan cepat membelinya dengan harga di atas pasaran. 

    13. MANAJEMEN SDM 

    Sebelum melakukan perekrutan pegawai, identifikasilah terlebih dahulu jenis pekerjaan yang dibutuhkan besarta jumlahnya. Misalnya: 

    1. kategori A: frontliner 5 orang, 
    2. kategori B: sales 20 orang, 
    3. kategori C: administrasi 4 orang, 
    4. kategori D: pimpinan kantor 1 orang. 

    Kriterianya: 

    1. Kategori A dan B minimal tamatan SMA, 
    2. Kategori C persyarakat kualifikasi pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan minimal diploma 1 jurusan administrasi kantor atau akuntansi, Umur maksimal 25 tahun, pengalaman minimal 1 tahun di bidangnya: dapat mengoperasikan computer program word processor dan excel. 
    3. Kategori D, pimpinan kantor adalah minimal D3, umur maksimal 30 tahun, pengalaman memimpin kantor selama 3 tahun, berpenampilan menarik dan berwibawa, menguasai bahasa inggris baik pasif maupun aktif, mampu mengoperasikan computer program word processor dan excel. 

    Untuk memperoleh pegawai dapat merekrut melalui: 

    1. iklan 
    2. jasa pegawai lama, yakni orang yang direkomendasikan oleh pegawai lama untuk menjadi karyawan di tempatnya, atau 
    3. mengajak teman-temannya. 
    4. mengajak saudara 

    Cara memperoleh pegawai dengan mempekerjakan saudara-saudaranya mempunyai banyak kekurangan dibandingkan orang lain. Berbagai kelemahan itu antara lain: 

    1. Tidak bisa menegakkan aturan secara ketat, 
    2. Tidak bisa memberi hukuman ketika pegawai melakukan kesalahan, 
    3. Tidak tega membayar dengan upah minimum, 
    4. Tiak tega mempekerjakan pada bagian-bagian yang kotor, sulit, dan beresiko, 
    5. Harus memberikan konsumsi makan dan minum di atas rata-rata, 
    6. Sulit mengatakan jangan, awas, atau perkataan lain yang bisa menyakiti hati pekerja, dan berbagai kelemahan lainnya. 

    Seluruh kelemahan itu akan memperlemah posisi perusahaan, apalagi perusahaan yang dipimpin baru didirikan. Oleh karena itu, bila terpaksa harus mempekerjakan saudara jumlahnya harus seminimal mungkin, yang tidak akan mempengaruhi mutu produk dan jasa yang dihasilkan. 

    Dalam menajemen SDM perlu iklim kerja yang baik. Untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif, pimpinan harus melaksanakan: 

    1. kepemimpinan demokratis, 
    2. manajamen sarana dan prasarana kerja yang mencukupi, 
    3. membangun budaya organsisasi yang bagus, 
    4. Meningkatkan motivasi kerja karyawan, 
    5. Meningkakan komitmen organisasi yang tinggi, 
    6. Membangun kepercayaan diri karyawan, 
    7. Membangun nilai individu yang baik, 
    8. Menciptakan kerjasama yang baik, 
    9. Melakukan komunikasi inter dan antar personal yang lancar, 
    10. Membangun keadilan, 
    11. Menciptakan orientasi pasar secara luas, dan lainnya. Dengan suasana yang seperti itu, kinerja karyawan akan lebih baik, dan kepuasan kerja karyawan akan meningkat. 

    Berkaitan dengan stuktur SDM di dalam organisasi terdapat struktur organisasi. Struktur organisasi yang baik adalah yang ramping, tidak gemuk, semua pekerjaan terbagi habis. Semakin besar suatu organisasi semakin komplek pula struktur organisasi yang terbentuk, dan sebaliknya. 

    Struktur organisasi yang gemuk, justru tidak akan efisien, begitu juga struktur organisasi yang terlalu ramping juga akan menyebabkan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan dengan baik, karena struktur akan merangkaprangkap tugas pokok dan fungsi. 

    RINGKASAN 

    1. Planning dalam studi kelayakan bisnis merupakan upaya merencanakan bisnis yang akan dijalankan 
    2. Perencanaan harus dilakukan dengan seteliti-telitinya, sedetaildetailnya, sebaik-baiknya, selengkap-lengkapnya, sejelas-jelasnya, dan sesempurna mungkin. 
    3. Perencanaan harus detail, karena ada resiko kerugian, resiko kegagalan, dan banyaknya pesaing tangguh diluar sana.



    LihatTutupKomentar