Langkah-langkah Menulis Abstrak Skripsi yang benar

    Langkah-langkah Menulis Abstrak Skripsi yang benar

    Langkah-langkah Menulis Abstrak
    Langkah menulis abstrak sebenarnya ialah persoalan gampang-gampang sulit. Meskipun begitu, cukup banyak mahasiswa yang terasa kebingunan mengenai langkah menulis abstrak skripsi yang benar. Karena, menulis abstrak skripsi memanglah tidak dapat dilaksanakan dengan asal-asalan. Ada ketentuan baku yang penting jadi perhatian dalam penulisan abstrak skripsi.

    Apa ketentuan dalam menulis abstrak dan bagaimanakah cara menulis abstrak skripsi yang benar? Banyak hal yang perlu jadi perhatian saat menulis abtrak skripsi, mencakup :

    1. Abstrak dicatat dalam jumlah kata optimal 250 kata. Jumlah 250 kata ialah ketentuan umum. Meskipun begitu, beberapa dosen kemungkinan ada yang memperbolehkan penulisan abstrak lebih dari 250 kata. Tetapi, baiknya abstrak dicatat tidak lebih satu halaman.
    2. Dicatat dengan spasi antar paragraf  (singgel spacing)
    3. Diikuti kata kunci. Umumnya jumlah kata kunci yang dicatat ialah 5 kata.
    4. Penulisan bahasa asing dibuat miring.
    5. Terdiri dari 3 Bagian. Jumlah bagian ini sebagai ketetapan umum, dengan masing -masing bagian berisi informasi-informasi tertentu.

      • Pada umumnya, bagian awal berisi : judul riset, rumusan permasalahan, background dan arah riset.
      • Pada umumnya, bagian tengah berisi : sistem riset, tehnik analisis data, dasar teori.
      • Pada umumnya, bagian akhir berisi mengenai hasil atau ringkasan yang didapat dari riset yang telah dilaksanakan.

    Abstrak umumnya dicatat dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dengan pola penulisan atau isi tulisan abstrak yang sama.

    Berikan kata kunci di bagian akhir 

    Contoh Abstrak Skripsi

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR DI DESA SINDANGRAJA KECAMATAN JAMANIS KABUPATEN TASIKMALAYA

    Penelitian ini dilator belakangi oleh karena guru dipandang sebagai pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik di perguruan tinggi. Mengacu pada hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi  profesionalisme guru sekolah dasar di Desa Sindangraja Kecamatan Jamanis Kabupaten Ciamis”.

    Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan bukti–bukti empirik tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi profesionalisme guru Sekolah Dasar yang ada di Desa Sindangraja Kecamatan Jamanis. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapakan dapat membantu seorang guru dalam memahami profesinya sebagai pendidik di sekolah, pembimbing di rumah dan di lingkungan masyarakat.

    Kajian pustaka yang mendasari penelitian ini meliputi: pengertian dan ciri profesi, profesi keguruan dan guru profesional, syarat profesi guru, guru dalam proses pembelajaran, guru dalam lingkungan sekolah dan guru dalam lingkungan sosial masyarakat.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan survey. Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar yang ada di SDN 1 dan 2 Sindangraja Kecamatan Jamanis. Alat pengmpul data yang digunakan yaitu berupa angket. Prosedur dan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif secara kuantitatif berupa persentase dan dinarasikan secara kualitatif.

    Hasil dari penelitian ini yaitu Terdapat 84 % guru di SDN 1 dan 2 Sindangraja yang profesionalismenya dipengaruhi oleh faktor kompetensi profesional guru; Terdapat 92 % guru di SDN 1 dan 2 Sindangraja yang profesionalismenya dipengaruhi oleh faktor proses pembelajaran; Terdapat 96 % guru di SDN 1 dan 2 Sindangraja yang profesionalismenya dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekolah; Terdapat 48 % guru di SDN 1 dan 2 Sindangraja yang profesionalismenya dipengaruhi oleh faktor lingkungan masyarakat.

    Agar menjadi guru yang profesional tinggi, para guru diharapkan memperhatikan berbagai faktor yang bersumber pada komponen kompetensi profesional guru, proses pembelajaran guru, faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan masyarakat.
    LihatTutupKomentar